Showing posts with label FADHILAH. Show all posts
Showing posts with label FADHILAH. Show all posts

Friday, August 13, 2021

TANDA-TANDA ALLAH TIDAK SAYANG

TANDA-TANDA ALLAH TIDAK SAYANG

بسم الله الرحمن الرحيم

TANDA ALLAH TIDAK SAYANG


PENDAHULUAN

Ingatlah kembali firman Allah SWT, QS. Al-An’am : 44

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحۡنَا عَلَيۡهِمۡ أَبۡوَٰبَ كُلِّ شَيۡءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذۡنَٰهُم بَغۡتَةٗ فَإِذَا هُم مُّبۡلِسُونَ 

44.  Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.

 

Dan ingat juga hadits Nabi SAW

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال إذا رأيت الله يعطي العبد من الدنيا على معاصيه ما يحب فإنما هو استدراج ثم تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم

}فلما نسوا ما ذكروا به فتحنا عليهم أبواب كل شيء حتى إذا فرحوا بما أوتوا أخذناهم بغتة فإذا هم مبلسون {

dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika kalian melihat Allah memberikan dunia kepada seorang hamba pelaku maksiat dengan sesuatu yang ia sukai, maka sesungguhnya itu hanyalah merupakan istidraj." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakan ayat: '(Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang Telah diberikan kepada mereka, kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka: sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang Telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, Maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) '. (musnad Ahmad : 16673)

 

Betapa Allah sangat sayang dan kasih kepada hamba-hamba-Nya. Banyak dalil-dalil yang menunjukkan Allah selalu mengasihi. Akan tetapi, di antara hamba-hambaNya Allah SWT menurunkan istidraj kepada mereka.

Istidraj adalah azab yang berupa kenikmatan yang sengaja diberikan kepada hamba-hamba-Nya, sebagai suatu jebakan sehingga mereka lalai dari ibadah kepada Allah.

Beberapa tanda yang mungkin Allah berikan, tetapi sejatinya itu adalah tanda tidak sayangnya Allah.

  1. Jarang Ibadah atau hampir tidak pernah beribadah, tetapi rezekinya lancar.
  2. Jauh dari Allah, akan tetapi selalu merasa beruntung.
  3. Sering berbuat maksiat dan dosa, tetapi tidak pernah sakit dan selalu mendapatkan apa yang diinginkan
  4. Tidak pernah sedekah, akan tetapi usahanya selalu lancar.
  5. Cinta dunia.
  6. Jalan mudah untuk selalu melakukan maksiat.

 

RENUNGAN

Semua itu kita fikir adalah pemberian dari Allah? Sampai kita lupa kalau semua pahala kamu dihilangkan, sampai tidak ada lagi pahala. Kemudian, disitulah akhir dari semuanya.

Oleh karena itu, marilah kita kembali pada-Nya, serta bertaqwa kepadaNya. Laksanakanlah segala apa yang diperintahkan dan tinggalkan semua yang dilarang. Sebelum Allah memasukkan kita sebagai orang-orang yang mendapat azab. نعوذ بالله.

Dan semoga kita semua, selalu mendapat kasih sayang Allah SWT di dunia, lebih-lebih di akhirat.

 

والله أعلم

Advertisement
Advertisement

Friday, August 6, 2021

KHASIAT BASMALAH (بسم الله الرحمن الرحيم)

KHASIAT BASMALAH (بسم الله الرحمن الرحيم)

 بسم الله الرحمن الرحيم

khasiat basmalah


Pengertian

Al-Basmalah secara bahasa dan istilah adalah perkataan : “بسم الله الرحمن الرحيم”.

Menurut Imam Thabari : sesungguhnya Allah SWT menyebutkan dan mensucikan nama-nama Nya, mengajarkan adab-adab kepada Nabi SAW dengan menjelaskan/menyebutkan Asmaul Husna sesuai dengan perbuatan Nabi SAW, sehingga menjadikan akhlak Nabi SAW sebagai sunnah yang sangat dianjurkan untuk ditiru, dan menjadi jalan mengenal Allah untuk diikuti.

Dan juga dikatakan bahwa : jika bacaan Basmalah dibaca

Advertisement
Advertisement

Thursday, August 5, 2021

ADAB SEORANG PELAJAR TERHADAP GURUNYA

ADAB SEORANG PELAJAR TERHADAP GURUNYA

آداب المتعلم - adab seorang pelajara kepada gurunya

بسم الله الرحمن الرحيم

Izinkan penulis memulai dengan hadits Nabi SAW ;

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم طلب العلم فريضة على كل مسلم (رواه ابن ماجه)

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim."

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما من خارج خرج من بيته في طلب العلم إلا وضعت له الملائكة أجنحتها رضا بما يصنع (رواه ابن ماجه)

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat akan mengepakkan sayap-sayapnya untuk orang tersebut karena ridla dengan apa yang ia kerjakan."

Oleh karenanya, marilah kita semua tetap belajar. Pelajarilah ilmu yang kita mampu. Tetap membaca dan mencari ilmu seperti kita kehausan ingin meminum air.

Karena Allah SWT berfirman bahwa orang yang diberi ilmu pengetahuan akan ditinggikan derajatnya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ 

11.  Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Namun, jangan lupakan adab-adab kita sebagai seorang pelajar yang menimba ilmu dari guru-guru kita, dari ustadz-ustadz kita. Karena sejatinya, adab itu lebih tinggi, lebih mulia dari pada ilmu itu sendiri.

Ingatlah perkataan bijak Syeikh Abdul Qodir Jailani  ;

Advertisement
Advertisement

Saturday, July 31, 2021

KALIMAH – لا اله إلا الله

KALIMAH – لا اله إلا الله

Sebagai permulaan, izinkan penulis memulai dengan hadits Nabi SAW.

 

رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول أفضل الذكر لا إله إلا الله

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik dzikir adalah LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)

 

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) 'LAA ILAAHA ILLALLAAH' maka ia akan masuk surga

 

Berikut segelumit kisah tentang kalimah “لا إله إلا الله” ;

 

Kisah Pertama

Dari Abdus Shomad bin Mughaffal, beliau berkata “saya mendengar bahwa Wahab bin Munabbih ra mengatakan : “saya telah membaca di bagian terakhir kitab Zabur Nabi Daud as akan tiga puluh baris tulisan, yaitu ;

Allah berfirman : “Haid Daud, apakah kamu tahu orang beriman manakah yang lebih dicintai oleh-Ku, sampai aku memanjangkan usia hidupnya?”

Nabi Daud bersabda : “tidak”.

Allah berfirman : “orang yang apabila mengucapkan “لا إله إلا الله”, maka menggigil kulitnya dan gemetar segala persendiannya. Maka, sesungguhnya Aku tidak menyukai kematian baginya dengan sebab hal-hal itu, sebagaimana orang tua yang tidak menyukai kematian bagi anaknya. Akan tetapi, tidak boleh tidak, mesti kematian terjadi terhadapnya, sesungguhnya Aku ingin menggemberikannya di negeri yang bukan negeri dunia ini. Karena sesungguhnya kenikmatan dunia adalah cobaan dan kemewahan dunia itu memberatkan. Dan di sana terdapat musuh yang terus-menerus menimbulkan kerusakan bagi kalian. Musuh tersebut berjalan di diri kalian seperti aliran darah. Karena alasan itu, Aku mempercepat para kekasih-Ku menuju surga. Jikalau bukan karena hal itu, maka pastilah tidak akan wafat anak Adam dan anak keturunannya, hingga ditiup sangkakala.”

 

….. لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا

mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.

 

Yaitu, mereka tidak berkurang dalam merusak berbagai urusan orang-orang beriman, sedangkan “al-khobal” memiliki arti “kerusakan”.

 

Kisah Kedua

Disebutkan dalam kitab majlisu tafsirul Quran karya Syeikh Al-Imam Az-Zahid Ya’qub Al-Kisaiy “sesungguhnya imam Hazim bin Walid ra pernah sakit, lalu datanglah seorang dokter dan kemudian memegang denyut jantung beliau. Maka dokter itu berkata : “tidak ada di diri beliau satu penyakit pun. Akan tetapi, kalian tanyakanlah kepada beliau tentang kondisi beliau. Karena sesungguhnya, seseorang itu lebih mengetahui dengan perihal dirinya.”

Lalu mereka bertanya kepada Hazim, maka beliau berkata :”tidak ada penyakit di diri saya dan sakit saya adalah rasa takut kepada Allah SWT yang maha perkasa, yang maha Pemberi Anugerah. Dan rasa takut terhadap pembentangan amal dan perhitungan amal. Dan rasa taku terhadap hilangnya iman dan saya menjadi orang yang dipastikan untuk disiksa. Maka, beruntunglah bagi orang yang ia keluar dari dunia dengan membawa iman, dan tempat kembalinya ke surga-surga.”

 

Kisah Ketiga

Diceritakan oleh Syaikh Abu Bakar bin Abdullah Al-Muzanniy ra, beliau berkata : “sesungguhnya seorang raja di antara para raja adalah ia selalu menentang kepada Tuhannya. Lalu, orang-orang islam memerangi raja tersebut dan mereka menangkapnya dalam kondisi hidup. Lalu mereka berkata : “dengan cara bagaimana kita akan membunuhnya, karena pembangkangan dirinya kepada Tuhannya?”.

Kemudian, sepakat pemikiran mereka untuk menempatkan raja tersebut di dalam sebuah tempayan (tong) yang besar. Dan mereka menutup bagian atas tempayan tersebut dan mereka menyalakan api di bawah tempayan tersebut.

Ketika tatkala raja itu telah merasakan panasnya api, maka mulailah ia memanggil-manggil segala Tuhannya yang ia sembah : “ya latta, bebaskanlah saya! Ya habal bebaskanlah saya! Ya uzza, bebaskanlah saya, karena segala hal yang telah saya lakukan. Ya habal, dulu saya mengusap-usap kepalamu dan saya melayanimu seperti ini dan itu, sekian tahun”.

Manakala ia meminta perlindungan kepada tuhan-tuhan tersebut, maka akan bertambah panas api tersebut. Maka, ia mengerti bahwa tahun-tahun tersebut untuk melayani tuhannya sia-sia. Ia pun berputus asa dari tuhan-tuhan tersebut.

Raja tersebut pun kembali kepada Allah SWT. dan ia berseru di dalam tempayan tersebut : “لا إله إلا الله محمد رسول الله”. Maka, Allah mengirimkan hujan dari langit yang turun di atas api itu, dan padamlah api itu. dan Allah mengirim angin, lalu angin tersebut membawa terbang tempayan tersebut ke langit. Lalu, mulailah tempayan itu melayang-layang di antara langit dan bumi dan raja tersebut masih terus mengucap “لا إله إلا الله محمد رسول الله”, hingga hilanglah tempayan tersebut dari pandangan mereka.

Kemudian, angin melemparkan tempayan itu di tengah-tengah kaum yang tidak mengenal Allah. Lalu mereka mengambil tempayan itu dan membukanya dan mengeluarkan raja tersebut dari tempayan itu.

Berkata kaum tersebut kepada raja tersebut : “siapa kamu dan bagaimana ceritamu?”

Raja berkata : “saya adalah raja di suatu tempat.”

Raja tersebut menceritakan kepada mereka tentang kisah dirinya dan perihal dirinya dan kaum tersebut pun masuk islam semua.

 

والله أعلم

Advertisement
Advertisement

Saturday, October 17, 2020

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

hubungan manusia dengan allah


Setiap manusia khususnya seorang muslim harus menjalin hubungan yang baik dengan Allah T, sehingga tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan Nya.

Dalam Al Quran, setidaknya ada beberapa hubungan yang harus kita jalin kepada Allah T, yaitu sebagai berikut ;

1.      Al mahabbah (Cinta)

Setiap manusia harus mencintai Allah di atas kecintaan kepada apa pun dan siapapun juga. Allah T berfirman ;

 

قُلۡ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمۡ وَأَبۡنَآؤُكُمۡ وَإِخۡوَٰنُكُمۡ وَأَزۡوَٰجُكُمۡ وَعَشِيرَتُكُمۡ وَأَمۡوَٰلٌ ٱقۡتَرَفۡتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٞ تَخۡشَوۡنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرۡضَوۡنَهَآ أَحَبَّ إِلَيۡكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٖ فِي سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأۡتِيَ ٱللَّهُ بِأَمۡرِهِۦۗ وَٱللَّهُ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلۡفَٰسِقِينَ 

24.  Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

(At Taubah : 24)

 

BACA JUGA :


Oleh karenanya, tidaklah dikatakan ciri seorang mukmin apabila kadar kecintaan pada Allah sama dengan kecintaan pada hal lain. Firman Allah T ;

 

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادٗا يُحِبُّونَهُمۡ كَحُبِّ ٱللَّهِۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّٗا لِّلَّهِۗ وَلَوۡ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِذۡ يَرَوۡنَ ٱلۡعَذَابَ أَنَّ ٱلۡقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعٗا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعَذَابِ 

165.  Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

(Al Baqoroh : 165)

 

Serta hadits Nabi dari Anas bin Malik

قال ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما

"Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya”

(Shohih Bukhari dari Anas bin Malik, No : 15)

 

2.      At Tijarah (Perdagangan)

Dalam perdangan tentu ada penjual dan pembeli. Berkaitan dengan hubungan sang Khaliq, maka di sini Allah sebagai pembeli dan manusia sebagai penjual. Penjual harus mau menyerahkan barangnya kepada pembeli. Dia harus korbankan jiwa beserta hartanya di jalan Allah, dan Allah akan membayarnya dengan surga, sebagaimana firman Nya ;

 

۞إِنَّ ٱللَّهَ ٱشۡتَرَىٰ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَنفُسَهُمۡ وَأَمۡوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلۡجَنَّةَۚ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقۡتُلُونَ وَيُقۡتَلُونَۖ وَعۡدًا عَلَيۡهِ حَقّٗا فِي ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ وَٱلۡقُرۡءَانِۚ وَمَنۡ أَوۡفَىٰ بِعَهۡدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِۚ فَٱسۡتَبۡشِرُواْ بِبَيۡعِكُمُ ٱلَّذِي بَايَعۡتُم بِهِۦۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ 

111.  Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

(At Taubah : 111)

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَٰرَةٖ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتُجَٰهِدُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمۡوَٰلِكُمۡ وَأَنفُسِكُمۡۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ 

10.  Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

11.  (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

(Shaf : 10-11)

 

3.      Al Amar (Kerja)

Sebagai muslim dan mukmin juga kita tentu harus bekerja kepada Allah yang dibahasakan dengan amal shaleh serta tidak menyekutukan Allah dengan apa pun. Dan ini menjadi syarat untuk bisa berjumpa dengan-Nya. Allah T berfirman ;

 

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا 

110.  Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

(Al Kahfi : 110)

 

والله اعلم

 

Advertisement
Advertisement

Friday, October 16, 2020

KEBERKAHAN DALAM HIDUP

KEBERKAHAN DALAM HIDUP


TIGA BENTUK KEBERKAHAN DALAM HIDUP


Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan. Secara harfiah, berkah berarti “an nama’ waz ziyadah”, yakni tumbuh dan bertambah. Jadi, berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya. Sehingga, apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Ini akan diberikan kepada orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah T. mari kita lihat firman Allah berikut ;

 

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ 

96.  Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

(Al A’raf : 96)

 

Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah T kepada orang-orang yang beriman dapat kita bagi ke dalam tiga bentuk, yaitu ;

1.      Berkah dalam keturunan

Berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Allah T berfirman

 

وَٱمۡرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٞ فَضَحِكَتۡ فَبَشَّرۡنَٰهَا بِإِسۡحَٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسۡحَٰقَ يَعۡقُوبَ قَالَتۡ يَٰوَيۡلَتَىٰٓ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزٞ وَهَٰذَا بَعۡلِي شَيۡخًاۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيۡءٌ عَجِيبٞ قَالُوٓاْ أَتَعۡجَبِينَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِۖ رَحۡمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيۡكُمۡ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٞ مَّجِيدٞ 

71.  Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub.

72.  Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh".

73.  Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah".

(Hud : 71-73)


BACA JUGA :


2.      Berkah dalam makanan

Makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk keberkahan juga. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah T surah Al a’raf ayat 96 di atas, yaitu salah satu rezeki adalah makanan. Allah T berfirman ;

 

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلٗا طَيِّبٗاۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤۡمِنُونَ 

88.  Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.

(Al Maidah : 88)

 

3.      Berkah dalam waktu

Waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkan untuk kebaikan merupakan suatu keberkahan yang menghindarkan dari kerugian. Allah T berfirman ;

 

وَٱلۡعَصۡرِ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ 

1.  Demi masa.

2.  Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

3.  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

(Al A’shr : 1-3)

 

Oleh karenanya, untuk memperoleh keberkahan, kuncinya ada dua (2), yaitu ;

1.      Iman dan Takwa yang benar

Di dalam surah Al A’raf : 96 di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hamba Nya yang beriman dan bertakwa. Karena itu, ditekankan sangat untuk mengkokohkan serta menjaga takwa kita. Allah T berfirman ;

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ 

102.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

(Ali Imran : 102)


2.      Berpedoman kepada Al Quran

Al Quran merupakan sumber keberkahan. Sehingga, apabila berpedoman dan menjalankan pesan-pesan yang terdapat di dalamnya, niscaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah T. Allah berfirman ;

 

وَهَٰذَا ذِكۡرٞ مُّبَارَكٌ أَنزَلۡنَٰهُۚ أَفَأَنتُمۡ لَهُۥ مُنكِرُونَ 

50.  Dan Al Quran ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?

(Al Anbiya’ : 50)

 

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ 

29.  Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.

(Shad : 29)

 

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُواْ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ 

155.  Dan Al-Quran itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.

(Al An’am : 155)

 

والله اعلم

Advertisement
Advertisement

Thursday, October 15, 2020

TIGA BENTUK MUHASABAH

TIGA BENTUK MUHASABAH


bentuk muhasabah atau introspeksi diri

Muhasabah secara literasi adalah melakukan perhitungan atau introspeksi diri. Secara istilah keagamaan adalah upaya mengevaluasi diri sendiri atau kolektif dengan memeriksa adanya kebaikan dan keburukan pada dirinya sendiri dalam segala aspek.

Perputaran waktu merupakan momentum untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Allah T berfirman ;

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ 

18.  Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(Al Hasyr : 18)

 

Muhasabah bisa kita lakukan dengan tiga bentuk ;

1.      Muhasabah sebelum berbuat

Yaitu dilakukan dengan memikirkan terlebih dahulu, apakah yang hendak dilaksanakan itu sesuai dengan ketentuan Allah dan Rasul-Nya atau tidak. Bagi orang yang beriman, dia akan menyesuaikan diri dengan apa yang Allah kehendaki, sebagaimana firman-Nya ;

 

وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ 

29.  Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

(At Takwir : 29)

 

2.      Muhasabah saat melakukan perbuatan

Yaitu dilakukan dengan selalu mengontrol diri agar tidak menyimpang dari apa yang semestinya dan bagaimana dilaksanakan. Hal ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyimpangan pada saat melaksanakan sesuatu atau menghentikannya sama sekali.


BACA JUGA :


3.      Muhasabah setelah mengerjakan perbuatan

Yaitu dilakukan dengan maksud agar kita dapat mengevaluasi jikalau menemukan kesalahan yang kita lakukan, lalu menyesali dengan bertaubat dan tidak akan melakukannya lagi pada masa-masa mendatang.

 

Bahaya yang akan ditimbulkan bila diri kita tidak melakukan introspeksi diri atau muhasabah ;

1.      Menutup mata dari berbagai akibat

Kesalahan dan dosa yang dilakukan manusia tentu ada akibatnya, baik di dunia maupun di akhirat. Manakala seseorang tidak melakukan muhasabah, dia akan menutup mata dari berbagai akibat perbuatan yang buruk, baik akibat yang menimpa diri dan keluarganya maupun akibat yang menimpa orang lain.

2.      Larut dalam keadaan

Efek negatif berikutnya adalah dari tidak melakukan muhasabah adalah seseorang akan larut dalam keadaan sehingga dia dikendalikan oleh suasana bukan menjadi pengendali

3.      Mengandalkan ampunan Allah

Setiap orang yang berdosa memang mengharap ampunan dari Allah T. akan tetapi, bagi orang yang tidak melakukan muhasabah hanya akan mengandalkan ampunan dari Allah T tanpa bertobat sebab, tidak mungkin seseorang bertobat tanpa muhasabah. Tobat itu harus disertai dengan menyadari kesalahan, menyesali dan tidak akan mengulanginya lagi.

4.      Mudah melakukan dosa

Tidak melakukan muhasabah juga akan membuat seseorang mudah melakukan dosa dan menyepelekannya. Orang yang tidak melakukan muhasabah bahkan tidak hanya mudah melakukan dosa, bahkan dosa itu menjadi sikap kepribadiannya. Sehingga, meskipun menurut pengakuannya sudah bertobat dari dosa itu, tetap saja dia mengulang-ulang perbuatan dosa tersebut.


والله اعلم

Advertisement
Advertisement