Tuesday, July 28, 2020

KEUTAMAAN WAKTU ANTARA MAGHRIB DAN ISYA'

KEUTAMAAN WAKTU ANTARA MAGHRIB DAN ISYA'

 

KEUTAMAAN ANTARA MAGHRIB DAN ISYA

Waktu ini sangat singkat. Tapi penuh dengan kucuran rahmat Allah.

Alhabib Abdullah bin Abu Bakar Alydrus berkata :

 

الكنوز كل الكنوز فيما بين المغرب و العشاء

"Pusaka (hal yang paling berharga) dari segala pusaka ada pada waktu antara maghrib dan isya"

 

Dikisahkan bahwa ada seorang murid mengadu kepada gurunya.

Dia berkata," Wahai syekh, aku ini sangat ingin untuk beribadah puasa di pagi hari dan juga ingin menghidupkan waktu antara maghrib dan isya' dengan ibadah. Akan tetapi jika aku lakukan keduanya itu sangat susah. Jika paginya aku berpuasa, tentu diwaktu maghrib aku akan sibuk untuk berbuka, masak, dll. Lalu bagaimana??

Gurunya menjawab, " Kau lakukan keduanya itulah yang afdhol... Pagi harinya berpuasa, dan ketika adzan magrib engkau berbuka sebentar kemudian langsung beribadah."

Muridnya pun mengadu bahwa susah melakukan 2 hal itu. Lantas mana yang harus dipilih diantara 2 ibadah itu..? Puasa tapi waktu antara maghrib dan isya' sibuk dengan makanan,,, atau sebaliknya??

Syekh tsb menjawab:

اذن احيي بين العشائين

"Kalau begitu, hidupkan waktu antara maghrib dan isya"

Maka jangan lewatkan waktu yang mulia ini untuk hal yang sia-sia Gunakan untuk beribadah Setelah adzan maghrib langsung sholat berjama'ah, Kemudian sibukkan dengan Sholat Awwabin mengaji kitab, Membaca al quran, berdzikir, membaca ratib, dll hingga datang waktu isya.

Kitab Risalatun Mu'awanah Karya Al Habib Abdullah bin alwy al Haddad

 

Aku memang tak tahu berapa sisa umurku, tapi yang terpenting adalah sepanjang umurku selalu bersamaMU

Insya Allah


Advertisement
Advertisement

SUAMI PENCEMBURU DAN ISTRI PEMALU

SUAMI PENCEMBURU DAN ISTRI PEMALU

 

SUAMI CEMBURU - ISTRI PEMALU

Dialah Zubair bin al Awwam yang dijuluki Hawari Rasulullah, salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga yang sangat pencemburu demi istrinya ‘Atikah binti Zaid.

Sang istri biasanya pergi shalat isya ke Masjid, sementara Zubair sebenarnya tidak suka karena rasa cemburu.

Hanya saja dia tidak berani melarang karena Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam melarang para suami mencegah istrinya pergi ke masjid, sebagaimana sabda beliau:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلَاتٌ

“Jangan kalian larang hamba-hamba perempuan Allah untuk pergi ke masjid-masjid Allah akan tetapi hendaknya mereka keluar dalam keadaan tafilat”.

(HR. Abu Daud, Nomor : 478)

Makna “Tafilat” adalah tidak memakai minyak wangi.

(Lihat kitab An Nihayah fi Gharib Al Hadits, karya Ibnu Al Atsir).

 

Perginya sang istri ke Masjid merupakan sesuatu yang berat bagi dirinya, tetapi dia tidak dapat mengatakan tidak ketika dimintai izin.

Pada suatu malam Zubair pergi terlebih dahulu, sebelum istrinya, kemudian bersembunyi di pinggir jalan yang biasa mereka lewati.

Ketika ‘Atikah lewat dia menyusul kemudian menepuk bagian belakangnya. ‘Atikah terkejut dan takut kemudian berbalik lari pulang ke rumah, tanpa meneliti siapa yang telah berbuat tidak senonoh terhadap dirinya.

Malam berikutnya ‘Atikah diam di rumah meskipun Zubair mengizinkannya pergi ke Masjid.

Zubair bertanya, “Mengapa tidak pergi?”

‘Atikah menjawab, “Orang-orang telah rusak akhlaqnya.”

Setelah itu dia tidak pernah lagi shalat Isya di Masjid.

Demikian disebutkan oleh Ibnu Abdil Barr dalam at Tahmid dan Ibnu Hajar dalam al Ishabah.

Coba bayangkan, romantis dan bikin senyum saat Zubair pergi duluan, dan bersembunyi di pinggir jalan.

Memang kisah para sahabat sangatlah romantis dan sangat pencemburu, sayang di zaman sekarang sifat itu telah banyak hilang di rumah tangga umat muslim.

Kembalilah ke islam, contohlah rumah tangga Rasulullah dan sahabat, disanalah kita akan mendapatkan makna Sakinah Mawaddah Warahmah sebenarnya

 

Sebelum kamu bercita-cita menjadi bidadari syurga, jadilah yang solehah untuk ayahmu dulu.

Jaga apa yang seharusnya kamu jaga. Dengan menutup aurat. Menjaga solat. Jangan merusak diri.

Itulah sebaik-baik muslimah,

Yang bisa meringankan hisab ayah nya di akhirat.


Advertisement
Advertisement

UJIAN HIDUP

UJIAN HIDUP

 

UJIAN HIDUP

ليخفف الم البلاء عنك علمك بانه هو المبلي لك فالذي واجهتك منه اللاقدار هو الذي عودك حسن الاختيار

Agar ujian terasa ringan engkau harus mengetahui bahwa Allah-lah yang memberi ujian. Dzat yang menetapkan takdir atasmu adalah Dzat yang selalu memberimu pilihan terbaik. --Syekh Ibnu Atha'illah, Al-Hikam

 

Menurut Abdullah Asy-Syarqawi, kita harus sadar bahwa Allah dan bukan yang lainnya,  Dia yang lebih mengetahui kebaikan pada dirimu sendiri. Kesadaran ini akan menjadi sebab kebahagiaan, kesenangan, ketawakalan dan kesabaran. Dzat yang menetapkan perkara yang ditakdirkan untukmu seperti penyakit, hilangnya harta, dan anak atau lainnya adalah Dzat yang memilih untukmu berkarakter baik yang sesuai dengan dirimu.

Dalam kehidupan ini pun kita sering menyaksikan bahwa selalu ada orang yang  berbuat baik kepadamu, dan boleh jadi sewaktu-waktu bersikap buruk dan berbuat tidak baik kepadamu. Sekalipun demikian kau tetap harus sabar menghadapi sikap buruknya, karena mungkin saja keburukan sikapnya itu didasari oleh niat baik dari dalam lubuk hatinya.

Demikian pula seorang hamba, jika ia mengetahui bahwa Allah Maha Pemurah, Maha Lembut, Maha Melihat kepadanya, maka setiap petaka dan ujian dijatuhkan kepadanya tidak perlu dipedulikan, karena Allah tidak menghendaki darinya kecuali kebaikan.  Dengan kesadaran itu dia akan berbaik sangka kepada Allah dan yakin bahwa itu adalah pilihan-Nya untukmu. Dia harus yakin bahwa dalam ujian itu terkandung maslahat tersamar bagi dirinya yang tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Maha Mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah (2): 216)

 

 -Disarikan dari Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Atha'illah, syarah Syekh Abdullah Asy-Syarqawi.

 

Bila ujian datang,

maknanya rahmat Allah nak datang .


Advertisement
Advertisement

Monday, July 27, 2020

DIANTARA KRITERIA ORANG YANG DICINTAI ALLAH DAN MENCINTAI ALLAH

DIANTARA KRITERIA ORANG YANG DICINTAI ALLAH DAN MENCINTAI ALLAH.

 

CINTA ALLAH

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. [Al Maidah :54]

 

2. Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan bahwa kekasih-kekasih-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa, seperti yang ditafsirkan oleh banyak ulama. Dengan demikian, setiap orang yang bertakwa adalah wali (kekasih) Allah.

 

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ  لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

 

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan(dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. [Yunus: 62-63-64]

 

 

Jadi diri sendiri memang baik, tapi berubah menjadi lebih baik dari kita yang dulu mungkin akan jauh lebih baik.

Bersyukur masih dikasih waktu oleh Allah. Tidak semua orang diberikan cukup waktu untuk berubah menjadi lebih baik.

Berpikir positif dan bersyukur atas apa yang sudah kamu miliki, perlahan tapi pasti hidup kamu akan berubah menjadi lebih baik.

Seseorang mungkin saja berubah tanpa kau sadari, itu jauh lebih baik daripada kau yg memintanya.

Berubahlah untuk masa depanmu yang lebih baik, bukan untuk menyenangkan orang lain. Kepalsuan tidak akan bertahan lama.

Berubah bukan untuk menjadi yang Terbaik , namun berubah untuk menjadi yang lebih baik.

Terkadang, Tuhan menghilangkan sesuatu yang sangat berarti dari genggamanmu, agar kamu menyadari kesalahan dan berubah menjadi lebih baik.

Karena seseorang, kita bisa berubah, maka dari itu bergaulah dengan orang orang baik.

Aku tidak berusaha menjadi lebih baik dari orang lain, aku berusaha menjadi lebih baik dari diriku yang dulu.

Kalau kita ingin berubah menjadi lebih baik karena Allah maka Allah akan menghantar orang-orang baik untuk kita.

Advertisement
Advertisement

ISTIQOMAH YANG MENENANGKAN

ISTIQAMAH YANG MENENANGKAN

 

ISTIQOMAH

Air yang menetes, lembut, kecil, tapi istiqomah, setetes demi setetes, maka batu yang keras pun menjadi cekung bahkan berlubang. Ini adalah sunnatulloh, bahwa istiqomah itu adalah kekuatan. Istiqomah itu mengundang karomah, kemuliaan.

Para kekasih Allah Swt itu cirinya ada dua. Pertama, adalah YAKIN. Dan yang kedua, adalah ISTIQOMAH. Orang yang istiqomah akan mendapat banyak keutamaan. Allah Swt. Berfirman;

 

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Tuhan kami adalah Allah", kemudian mereka istiqomah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fushilat [41] : 30).

Jadi dari ayat ini kita bisa benar-benar yakin bahwa orang-orang yang istiqomah hanya menyembah kepada Allah SWT tanpa mempersekutukannya sedikitpun dengan sesuatu apapun, maka Allah akan mengkaruniakan kepadanya derajat kekasih Allah. Dan, Allah akan menurunkan malaikat kepadanya yang kemudian buahnya adalah ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan.

Makanya orang yang istiqomah itu, berada di dalam situasi seberat apapun, sesulit apapun, dia bisa tetap tenang. Ketenangan ini tidak bisa diminta kepada manusia, tidak bisa dibeli, bahkan tidak bisa dirampok. Karena ketenangan itu adalah milik Allah SWT. dan Allah yang akan memberikannya kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih.

 

هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ لِيَزۡدَادُوٓاْ إِيمَٰنٗا مَّعَ إِيمَٰنِهِمۡۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمٗا

Allah Swt berfirman, "Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Fath [48] : 4)

Orang yang istiqomah tidak akan takut pada urusan-urusan duniawi, karena yang ia takutkan hanyalah takut Allah tidak ridho kepadanya. Orang yang istiqomah tidak akan gelisah oleh urusan dunia dan seisinya, karena baginya dunia ini tak ada artinya selain sekedar tempat singgah belaka. Tak ada yang lebih berharga baginya selain Allah SWT.

 

Ketika seorang hamba Allah sudah memiliki pendirian dan sikap yang mantap seperti ini, maka insya Allah hatinya tak mudah goyah oleh bisikan-bisikan syaitan. Langkahnya akan mantap menempuh jalan yang Allah ridhoi. Ia akan tetap kokoh meski berbagai ujian datang bertubi-tubi.

Ujian-ujian malah akan menjadikan dirinya semakin kuat dalam keistiqomahan. Jika sudah demikian, insya Allah, Allah yang akan mendatangkan kepadanya berbagai pertolongan, kemudahan, kecukupan dan ketenangan.

Semoga kita termasuk kepada golongan hamba Allah yang senantiasa berupaya untuk istiqomah.

 

Ketika kamu memperlakukan orang dengan baik, orang-orang yg sama itu mungkin tidak memperlakukan dengan cara yg sama.

Tetapi jika kamu memperhatikan, kamu akan melihat bahwa Allah telah mengirimkan orang lain yg memperlakukanmu dengan lebih baik.


Advertisement
Advertisement