Sunday, June 14, 2015

JAGALAH HUBUNGAN PERSAUDARAAN MU!


MENJAGA HUBUNGAN PERSAUDARAAN



Persaudaraan adalah ikatan antara dua orang yang terjalin cinta kasih di antara keduanya. Konsekuensinya, masing-masing dituntut untuk mampu berkorban baik dengan harta maupun dengan jiwa. Keduanya juga dituntut untuk mau memaafkan kesalahan kawannya, bersikap ikhlas dan setia. Masing-masing dituntut untuk meringankan beban temannya dan tidak memaksanya untuk melakukan sesuatu. Keduanya dituntut tidak mengucapkan perkataan yang menyakitkan kawannya dan hanya berbicara tentang segala sesuatu yang dibenarkan agama.

Oleh karenanya, satu sama lain harus mampu saling amar ma’ruf dan nahi munkar. Masing-masing juga harus saling mendoakan agar selalu sukses dalam segala hal dan tetap menempuh jalan yang benar.

Banyak sekali keistimewaan hubungan persaudaraan. Hubungan persaudaraan mendorong untuk berperilaku baik dan mempersatukan antara hati yang tidak tertaut. Dengan adanya hubungan persaudaraan, hubungan di antara kedua orang yang sedang bertikai dapat diperbaiki. Allah telah menjadikan hubungan persaudaraan itu sebagai hasil dari tanaman ketakwaan. Firman Allah SWT :

يَسۡ‍َٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡأَنفَالِۖ قُلِ ٱلۡأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَصۡلِحُواْ ذَاتَ بَيۡنِكُمۡۖ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ 

Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman"

وَاللَّهُ اَعْلَمُ
Advertisement
Advertisement

SIKAP RAMAH MEMBAHAGIAKAN KITA


BERSIKAP RAMAH



Ramah adalah sikap bersahabat dengan orang lain dan merasa senang saat berjumpa dengan mereka. Ada lima faktor yang menyebabkan sikap ramah dapat tumbuh dalam diri kita

Pertama, Agama. Nilai kesempurnaan iman seseorang akan menumbuhkan kasih sayang dalam dirinya.

Kedua, Hubungan kekerabatan. Pada umumnya kita menyayangi kerabatnya. Kita juga selalu menunjukkan kecintaan kepada mereka. Kita juga berupaya untuk dapat mencegah segala gangguan yang ditimbulkan mereka. Rasullallah SAW bersabda : “hubungan kekerabatan itu bila dekat maka akan membuat erat dan menimbulkan rasa saling menyayangi”.

Ketiga, Hubungan perkawinan. Seseorang mencintai istrinya pasti akan mencintai setiap orang yang berhubungan kekerabatan dengan istrinya itu. Khalid bin Yazid bin Mu’awiyah pernah mengatakan : “sebelumnya makhluk Allah yang paling aku benci adalah keluarga Az-zubair, lalu pada saat aku menikahi salah seorang wanita dari kalangan mereka, mereka pun menjadi makhluk Allah yang paling aku cintai”.

Keempat, Sikap Kebajikan (Al-birr). Yaitu menunjukkan sikap yang baik kepada siapa saja.

Kelima, Persaudaraan. Hal ini sebagaimana pernah dilakukan Rasullallah SAW pada saat mempersaudarakan antara Kaum Muhajirin dan Anshar. Agar ikatan persaudaraan di antara mereka menjadi kuat dan sikap saling menyayangi itu terus tertanam dalam hati mereka.

Allah SWT berfirman dalam kitabnya : 

وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٖ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَهۡتَدُونَ 

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk”

وَاللَّهُ اَعْلَمُ
Advertisement
Advertisement

ETIKA DALAM BERGAUL

ETIKA PERGAULAN
Di dalam pergaulan sangat banyak etika yang harus kita miliki. Seperti memperlihatkan wajah simpatik, ramah, mendengarkan pembicaraan teman, bersikap tenang tanpa sombong, bersikap saling memaafkan dan suka juga menolong. Dalam bergaul juga tidak dibenarkan membanggakan kedudukan dan kekayaan, karena hal itu bias saja menyebabkan dirinya hina dalam pandangan orang banyak.
Etika pergaulan yang juga penting adalah menyembunyikan rahasia. Seperti diketahui, orang yang tidak bisa menyembunyikan rahasia sama sekali tidak ada nilainya di hadapan umum.
Dalam pergaulan kita juga harus saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran. Allah SWT berfirman :
 إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ 
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaraní”
Oleh karena itu, kita diperintahkan untuk selalu mempertebal iman juga sebanyak-banyaknya beramal shaleh sebagai bekal kita di akhirat walaupun di dalam pergaulan kita sehari-hari
وَاللَّهُ اَعْلَمُ
Advertisement
Advertisement

Saturday, June 13, 2015

MULIAKANLAH TETANGGA

MEMULIAKAN TETANGGA


Tetangga adalah orang yang rumahnya berada di sekitar kita berjarak hingga 40 rumah dari setiap sisi. Tetangga mempunyai terhadap diri kita, adapun itu ialah :
  1. Mendahului memberi salam dan berbuat baik kepadanya.
  2. Membalas kebaikannya bila dia lebih dahulu melakukannya kepada kita
  3. Menunaikan hak keuangan yang menjadi tanggungan kita.
  4. Menjenguknya bila ia sakit.
  5. Memberinya ucapan selamat bila ia sedang gembira
  6. Menghiburnya bila ia sedang dirundung musibah
  7. Tidak memandang dengan sengaja para istri tetangga.
  8. Menutupi kejelekan dan aibnya kecuali hal-hal tertentu.
  9. Sedapat mungkin menyingkirkan sesuatu yang mengganggunya.

Saat berhadapan dengannya, kita memperlihatkan senyum dan penghormatan kepadanya.
Nabi SAW bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ.

barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangga!.

Diriwayatkan dari Aisyah r.a bahwa Nabi SAW bersabda :

Jibril senantiasa berpesan kepadaku mengenai tetangga, hingga aku mengira dia akan menetapkan tetangga sebagai salah satu ahli waris.” (HR. Bukhari)



وَاللَّهُ اَعْلَمُ
Advertisement
Advertisement

Friday, June 12, 2015

INILAI KEWAJIBAN KITA TERHADAP KERABAT


MEMENUHI HAK KERABAT


 Kerabat adalah semua orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengannya. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk menyambung tali kekeluargaan dan melarang kita memutuskan ikatan yang mulia itu. Nabi SAW bersabda dalam hadits qudsi dengan terjemah :

 “Aku adalah Ar-Rahman, sementara ini, ini adalah Ar-Rahim. Nama-Ku merupakan asal dari kata itu. Oleh karena itu, siapa saja yang menyambungnya, aku pun menyambung hubungan dengannya. Sebaliknya, siapa saja yang memutuskan, aku pun memutus hubungan dengannya”.

Dengan demikian, kita harus memerhatikan dan menunaikan hak mereka. Kita tidak dibenarkan menyakiti salah seorang di antara mereka baik dengan perkataan atau perbuatan.

Kita harus bisa bersikap  rendah hati kepada mereka. Kita harus siap menanggung sesuatu yang tidak mengenakkan dari mereka, meskipun it uterus saja dilakukan. Kita juga diminta untuk menanyakan bila ada salah seorang di antara mereka yang tidak terlihat di tengah-tengah kita dalam beberapa hari. Kita juga punya kewajiban untuk membantu mereka dalam memperoleh kebutuhan-kebutuhan mereka, tentu saja semua itu bisa dilakukan bila kita mampu.

Kewajiban kita yang lain adalah sedapat mungkin mencegah sesuatu yang membahayakan mereka.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الأقْرَبِينَ

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabat mu yang terdekat!.

Dan akhirnya, bilamana mereka tidak membutuhkan sesuatu, hendaklah kita sering mengunjungi dan bersilatur rahim dengan mereka.

وَاللَّهُ اَعْلَمُ
Advertisement
Advertisement